THE EASTBAY : Konsisten Membawakan Lagu Bali Tolak Reklamasi Karena Teluk Benoa Belum Aman

INDONESIASATU.CO.ID:

BADUNG - The Eastbay, unit ska punk baru yang akan mulai menggoncang ranah musik ini. The Eastbay adalah kelompok yang dihuni oleh beberapa musisi Bali, yang telah menorehkan kesuksesan dalam berkarir di ranah musik independen. Para personil yang sebelumnya dikenal bersama kelompok seperti Psycho Fun, The Hydrant, dan Snap Rawks ini akhirnya memantapkan langkah mereka untuk membentuk sebuah project baru bernafaskan ska yang dicampur dengan beberapa riff serta ketukan musik punk yang banyak mengambil referensi dari kelompok seperti Rancid, dan The Interrupters. Dengan warna musik yang mereka mainkan.

The Eastbay yang digawangi oleh Gapz (vokal, gitar), Wis (gitar), Gung D (vokal, keyboard), Gung Aax (bass), dan Metal (drum) akan menghadirkan kembali memori dan nostalgia para penikmat musik terhadap musik yang sempat menjadi konsumerisme para remaja Indonesia di akhir 90’an. Tak sampai setahun setelah didirikannya, The Eastbay yang resmi dibentuk pada bulan April 2017, telah membuat suatu gebrakan yaitu dengan merilis salah satu single yang dibarengi dengan tampilan visual berupa video musik dari single pertama mereka berjudul “Manusia Mesin”.

Dalam menikmati musik, bagi beberapa pendengar pasti memiliki sudut pandang tersendiri dalam menilai apa yang sedang dinikmatinya. Sama halnya dengan single “Manusia Mesin” yang secara musikalitas kental dengan ketukan yang upbeat dibalut dengan riff ska dan melodi yang manis serta lagam vokal yang begitu mudah dinyanyikan.

Lagu ”Manusia Mesin” merupakan karya pertama yang terdengar cukup kritis dengan mengambil tema peduli lingkungan dan kehidupan sosial. Selain single “Manusia Mesin” ini ke depannya, The Eastbay pun telah menyiapkan deretan “amunisi baru” sebelum mengeluarkan album penuh baik fisik maupun digital. Meski masih terbilang belia, sejatinya The Eastbay adalah salah satu kelompok yang cukup menjajikan dalam ranah musik ini di kemudian hari. Sesuai dengan namanya sendiri, The Eastbay adalah sebuah analogi yang akan membuat kita hanyut terhadap suasana pesisir pantai dari wilayah timur pulau Bali yang relax, warm dan friendly.

"Setiap penampilannya The Eastbay selalu konsisten membawakan lagu Bali Tolak Reklamasi alasannya karena sampai saat ini Teluk Benoa belum aman," kata gaps Vokalis The Eastbay ketika di konfirmasi Jurnalist Indonesia Satu Biro Bali Sabtu (10/11) sekitar pukul 23.10 Wita di Twice Bar Kuta Bali.

"Sebagai seniman/musisi yang berasal dari pesisir pantai wilayah timur pulau Bali, kami mempunyai tanggung jawab secara moral menyuarakan Penolakan Reklamasi Teluk Benoa, demi kelestarian alam bali untuk generasi berikutnya,"ujarnya.

"Kami berharap Perpres No.51 Tahun 2014 segera di batalkan dan Teluk Benoa kembali dijadikan kawasan konservasi dan kami selalu konsisten menyuarakan perlawanan rakyat melalui musik",pungkasnya.(GUN)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita