Busana Glamor dan Mewah, ramaikan Karnaval HUT ke-73 RI tingkat SMP/SMA Kertosono

INDONESIASATU.CO.ID:

Nganjuk: Kesan Glamor, Mewah, dan Indah masih mewarnai Perhelatan puncak Karnaval tingkat SMP/SMA/SMK di Kertosono rabu (29/8/2018). Karnaval yang selalu menjadi favorit di kertosono setiap Peringatan HUT Ke-73 Kemerdekaan RI di Kertosono ini menyedot puluhan ribu penonton yang ada di wilayah Kertosono dan sekitarnya.

Dibuka dan diberangkatkan secara resmi tepat pukul 08.00 pagi oleh Ketua Umum PHBN Kertosono Wachid Djarwono serta didampingi Forpimcam Kertosono Camat Suharono, Kapolsek Abraham Sissik, dan Danramil Suryanto. Karnaval kecamatan yang paling bergengsi dan meriah di Kabupaten Nganjuk ini  diikuti 13 Sekolah SMP, SMA,dan SMK Se Kecamatan kertosono dan ribuan siswa-siswi yang terlibat sebagai peserta karnaval.

Dihimpun dari panitia di lokasi pemberangkatan, beberapa sekolah sekolah Swasta dan negeri absen dan tidak mengikuti Karnaval diantaranya SMPN 5 Kertosono,SMP Islam Al Qodir ,SMK PGRI 1 dan 2 Kertosono, Madrasah Aliyah Negeri 1 Nganjuk, SMA Muhammadiyah Kertosono, MTs & SMK Alfatah, SMK dan MA Da’watul Khoir.

Menurut keterangan Suratin yang juga ketua Panitia sie Karnaval, banyak alasan yang mengakibatkan tidak hadirnya Sekolah pada karnaval ini.diantaranya rendahnya jumlah murid murid yang mereka miliki,faktor keamanan,pembiayaan yang cukup tinggi serta ada sekolah yang memang berniat tidak ikut dengan alasan yang tidak jelas.

“Kami sudah mengupayakan pendekatan langsung ke sekolah agar ada partisipasi dalam rangka memeriahkan peringatan HUT Kemerdekaan RI  di Kertosono, STM Taruna Bakti saja h-1 melakukakn konfirmasi untuk daftar menjadi peserta Karnaval” tambah suratin

Pantauan wartajatim.com, karnaval SMP/SMA/SMK terlihat berbeda dalam hal konsep musik yang dibawa, sebelumnya di Karnaval SD/MI banyak timbul polemik di masyarakat medsos yang menyayangkan kentalnya dan dominasi lagu-lagu bertema dewasa Syantik Siti Badriah , Goyang dua jari dan Goyang Nasi Padang dibandingkan lagu-lagu bertema perjuangan, daerah,dan anak-anak.

Terkait masih adanya kostum atau busana yang terkesan mewah dan glamor. Panitia mengakui hal itu masih ada dan model Carnival sudah hampir tidak terlihat untuk tahun ini  Seperti diberitakan sebelumnya, Panitia PHBN melalui Ketua umumnya menyampaikan kreasi dan inisiatif dalam konsep diserahkan kepada sekolah masing-masing, Panitia hanya memberikan Surat Edaran dan technical meeting tentang peraturan dan ketentuan peserta karnaval.

Menurut Dian (37) salah satu guru swasta, menuturkan salah satu kostum yang dikenakan Peserta saat karnaval SMP/SMA kemarin bisa mencapai 7-10 juta per orang dengan paduan bunga melati dan assesorisnya. Mewahnya kostum yang menghiasi karnaval dikertosono, menjadi perbincangan ramai di Netizen mediasosial yang menggangap terlalu berlebihan hanya untuk sebuah penampilan 1-2 jam.

Mengambil rute Jl. Gatot Soebroto hingga Jl. Wachid Hasyim, Jl A. Yani serta berakhir finish di Jl, Diponegoro. Alur Lalu lintas kertosono saat itu, mengalami penutupan total bagi kendaraan roda 4 yang menuju dari dank e Jalur rute karnaval. Karnaval berakhir tepat jam 12.10 di lokasi pemberangkatan dengan peserta terakhir dari SMK Farmasi Al Kautsar Kertosono.(ans)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita